Poin Penting Break Event Point (BEP) / Titik Impas Sebuah Usaha

Untuk Anda yang sedang berkuliah di jurusan Ekonomi atau sedang mendalami ilmu ekonomi pastinya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Break Event Point atau titik impas.

Teknik analisis biasanya digunakan oleh suatu perusahaan untuk menganalisis berbagai kegiatan produksinya.

titik impas memberikan gambaran usaha
titik impas memberikan gambaran usaha

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih jauh mengenai titik impas sebuah usaha yang memang belum banyak diketahui orang-orang.

A. Apa itu BEP? Pengertian Titik Impas (Break Even Point)

mengenal titik impas
mengenal titik impas

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Break Event Point (BEP) ini memang sudah tidak asing lagi di dalam ilmu ekonomi.

Selain itu, istilah tersebut juga sering kita temui di berbagai artikel bisnis yang membahas mengenai situasi di perusahaan.

Bahkan titik impas sebuah usaha ini dijadikan acuan para investor untuk dapat menginvestasikan sejumlah uangnya.

Sedangkan titik impas sebuah usaha disebut Brainly yaitu sebagai suatu titik dimana pengeluaran seimbang dengan pendapatan, sehingga bisa dikatakan bahwa perusahaan tersebut tidak mengalami kerugian ataupun keuntungan.

Anggapan lain mengenai titik impas selain dari Brainly adalah laba yang dihasilkan memiliki nilai sama untuk nilai yang dibutuhkan pada saat proses produksi.

Kedua anggapan tersebut memang merupakan pernyataan yang benar dari BEP produksi yang dimana memiliki nilai sama atau tidak mengalami kerugian atau keuntungan.

Tentunya keinginan dari sebuah usaha atau perusahaan memperoleh keuntungan agar bisa dibilang bisnisnya berjalan dengan sukses dan mampu menutupi berbagai pengeluaran seperti biaya listrik, menggaji karyawan dan lain sebagainya.

Dan dapat kita simpulkan bahwa keseluruhan pendapatan dari produksi barang atau jasa, sama dengan pengeluarannya.

B. Cara Menerapkan Titik Impas (Break Even Point) Produksi

penerapan bep dalam usaha
penerapan bep dalam usaha

Setelah kita mengetahui apa yang dimaksud dengan titik impas, maka sekarang kita akan mengetahui bagaimana cara menerapkan titik impas.

Karena sebuah perusahaan telah mencapai titik impas saat total penjualannya atau pemasukannya setara dengan apa yang dikeluarkan, sehingga mengharuskan manajemen untuk selalu memantau titik impas ini bahkan bila memungkinkan dapat menguranginya.

Cara penerapannya seperti berikut ini:

  • Analisis Biaya, jangan lupa untuk terus meninjau semua biaya tetap dan total biaya. Ini dilakukan agar Anda bisa mengetahui apakah ada yang perlu atau tidak perlu diubah. Biaya variabel juga perlu Anda tinjau, sehingga Anda bisa mengetahui jika ada biaya yang perlu dihilangkan, karena hal tersebut bisa mengurangi titik impas dan meningkatkan margin.
  • Analisis Margin, Anda harus memerhatikan secara detail margin produk dan juga tentunya mendorong penjualan produk dengan menggunakan margin tertinggi. Dengan demikian, titik impas atau Break Event Point pun dapat dikurangi.
  • Outsourcing, jika ada salah satu ada beberapa kegiatan yang memang melibatkan biaya tetap, cobalah untuk menggunakan outsourcing agar diubah menjadi biaya variabel per unit.
  • Penetapan Harga, cobalah untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi digunakannya kupon atau pengurangan harga. Karena tanpa disadari hal tersebut malah akan meningkatkan Break Event Point. Selain itu Anda juga bisa melakukan meningkatkan harga secara bertahap (harga yang masih masuk akal agar konsumen tetap bisa menerimanya).

C. Komponen Titik Impas (Break Even Point)

komponen bep alias titik impas
komponen bep alias titik impas

Ada berbagai komponen dari Break Event Poin, diantaranya sebagai berikut:

1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap atau Fixed Cost merupakan biaya konstan, baik perusahaan tersebut melakukan kegiatan produksi ataupun tidak melakukan produksi.

Contoh dari biaya tetap yaitu: biaya peralatan, menggaji karyawan setiap bulannya, biaya depresiasi dan lain sebagainya.

2. Biaya Variabel (Variabel Cost)

Variabel Cost merupakan biaya yang berubah secara proporsional.

Biaya variabel meningkat jika produksi pun meningkat.

Contoh dari biaya variabel, yaitu: biaya bahan baku, biaya listrik, dan lain sebagainya.

3. Harga Jual (Selling Price)

Dan yang terakhir adalah harga jual atau bisa juga disebut dengan Selling Price, adalah harga jual per unit suatu barang ataupun jasa yang diproduksi.

D. Rumus Cara Menghitung / Menentukan Titik Impas BEP (Break Even Point)

cara menghitung formula titik impas bep
cara menghitung formula titik impas bep

Untuk menganalisis Break Event Point maka ada dua rumus yang bisa digunakan, yaitu:

1. BEP dalam Unit

BEP = FC / (P – VC)

Rumus ini digunakan untuk mengetahui berapa unit jasa / barang yang harus diproduksi agar bisa mencapai Break Event Point.

Dimana :

BEP : Break Even Point 

FC : Fixed Cost 

P : Price per unit 

VC : Variabel Cost

2. BEP dalam Rupiah

BEP = FC / [1 – (VC / S)]

Rumus ini dapat kita gunakan agar bisa mengetahui seberapa banyak rupiah yang harus kita terima agar bisa mendapatkan Break Event Point.

[1- (vc / s)] bisa juga disebut dengan Kontribusi Margin Per Unit.

Dimana :

BEP : Break Even Point 

FC : Fixed Cost 

VC : Variabel Cost 

P : Price per unit 

S : Sales Volume

E. Contoh Analisis Perhitungan Titik Impas BEP

Contoh analisisnya seperti berikut.

Diketahui PT Intan Jaya bergerak di bidang perkakas, dengan memiliki data-data yaitu:

1. Kapasitas produksi yang bisa digunakan sebanyak 100.000 unit mesin.
2. Sedangkan untuk harga jual per unitnya adalah Rp 6.000,-.
3. Total biaya tetap Rp 100.000.000,-.
4. Total biaya variabel Rp 200.000.000,-.

Rincian masing-masing biayanya:

1. Fixed Cost

  • Biaya overhead pabrik : Rp 40.000.000,-
  • Biaya distribusi : Rp 45.000.000,-
  • Biaya administrasi : Rp 15.000.000,-

Total FC = IDR 100.000.0002. Variabel Cost

  • Biaya bahan : Rp. 60.000.000,-
  • Biaya tenaga kerja : IDR 65.000.000,-
  • Overhead Pabrik : Rp15.000.000,-
  • Biaya distribusi : Rp 40.000.000,-
  • Biaya administrasi : Rp 20.000.000,-

Total VC: IDR 200.000.000

Langkah-langkah menghitung Break Event Point:

1. Total penjualan > 100.000 unit x Rp6.000,- = Rp 600.000.000,-

2. Biaya tetap unit > 100.000.000 / 100.000 = Rp1.000,- per unit. 

3. Biaya variabel unit > 200.000.000 / 100.000 = Rp 2.000,- per unit.

BEP dalam Unit > Rp 100.000.000,- / (Rp 6.000 – Rp 2.000) = 25.000 unit.

Yang berarti, perusahaan harus menjual 25.000 unit untuk mendapatkan BEP.

BEP dalam Rupiah > Rp 100.000.000,- [1 – (Rp 200.000.000 / Rp 600.000.000) = Rp 150.000.000

Artinya, perusahaan akan BEP setelah mendapat omzet Rp 150.000.000.

Perhitungannya sendiri dapat dibuktikan dengan rumus BEP = Unit BEP x harga jual unit. BEP > 25.000 x Rp 6000,- = Rp 150.000.000,-

F. Manfaat Titik Impas

menghitung manfaat titik impas bep
menghitung manfaat titik impas bep
  • Penjualan minimum dapat diketahui oleh perusahaan.
  • Perusahaan bisa mengetahui nilai penjualan yang harus dicapai.
  • Mengetahui nilai berkurangnya volume penjualan.
  • Dapat menentukan keragaman produk yang memang dibutuhkan.

Orang yang menjalankan sebuah usaha disebut wirausahawan.

Nah, seorang wirausahawan ini tentunya harus memikirkan berbagai cara terbaik agar usahanya bisa berjalan dengan lancar, dan kalaupun ada kendala maka ia bisa mengatasinya dengan baik.

Demikian penjelasan mengenai Break Event Point atau titik impas, semoga bisa menambah wawasan untuk Anda.

Images courtesy of unsplash.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *