A-Z Usaha Industri Kecil Secara Ringkas, Padat, & Jelas

Pernahkah Anda mendengar tentang industri kecil?

Atau bahkan Anda sendiri ingin membuka usaha industri kecil?

Nah, pada pembahasan kali ini kita akan mengetahui mengenai apa itu industri kecil, karakteristik dan hingga manfaatnya untuk masyarakat.

Untuk lebih jelasnya, maka Anda bisa membaca penjelasan kali ini hingga selesai ya.

A. Pengertian Usaha Industri Kecil

Ada berbagai pendapat yang mengemukakan apa itu industri kecil.

Industri kecil menurut Brainly adalah industri yang biasanya didapatkan dari modal pribadi si pemilik industri tersebut.

Dan pendapat lain mengenai industri kecil merupakan nilai aset (tidak termasuk tanah dan bangunan) dengan jumlah yang tidak melebihi Rp 600 juta.

B. Karakteristik / Ciri-Ciri Industri Kecil

pelaku usaha industri kecil
pelaku usaha industri kecil

Usaha industri kecil juga memiliki karakter / ciri-ciri yang bisa Anda ketahui di bawah ini.

1. Aset Modal yang Cenderung Kecil

Ciri yang pertama adalah aset modal yang cenderung kecil.

Hal ini terjadi karena tujuan utama dari industri kecil dalam memulai usaha adalah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-harinya.

2. Jumlah Tenaga Kerja / Orang Terbatas

Biasanya untuk jumlah tenaga kerja di usaha industri kecil sekitar 5 hingga 19 orang saja yang merupakan tenaga kerja kasar.

3. Sarana Pemasaran Secara Online Terbatas & Teknologi yang Terbatas

Sarana untuk pemasaran online dan juga teknologi yang digunakan cukup terbatas, karena modal yang terbilang kecil sehingga belum bisa memproduksi banyak barang untuk dipasarkan.

Selain itu juga pengetahuan akan teknologi yang masih terbatas.

4. Fasilitas dan Sistem Produksi Terbatas

Karena modal yang tidak terlalu besar sehingga membuat industri kecil “hanya” memiliki fasilitas dan sistem produksi yang masih terbatas dan bahkan dikerjakan secara manual.

5. Skala Badan Usaha Home Industri / Industri Rumah Tangga / Pabrik Kecil-Kecilan

Berskala industri rumah tangga ataupun pabrik kecil-kecilan sehingga memiliki struktur organisasi yang masih sangat sederhana dan kemampuan untuk memasarkan produk yang dimiliki juga masih terbatas.

C. Macam Industri Berbagai Jenis Produk dan Jenis Usaha Industri Kecil Menengah dan Besar

bisnis fashion merupakan salah satu usaha industri kecil
bisnis fashion merupakan salah satu usaha industri kecil

1. Usaha Mikro (Aset Omset)

Hasil penjualan tahunan atau omset yang dimiliki oleh usaha mikro paling banyak yaitu sekitar Rp 300 juta.

Produk yang dihasilkan bisanya untuk menunjang kebutuhan sehari-hari atau produk yang sederhana.

2. Usaha Kecil

Sedangkan untuk usaha industri kecil memiliki hasil penjualan tahunan atau omset sekitar Rp 300 juta (paling kecil), hingga paling banyak Rp 2,5 miliar.

Dan juga upah untuk para pegawainya masih terbilang kecil.

3. Industri Kecil

Tidak berbeda jauh dengan usaha kecil yaitu omset paling banyak sekitar Rp 2,5 miliar.

Biasanya menghasilkan produk yang biasa digunakan untuk keperluan sehari-harinya.

4. Industri Menengah

Berbeda dengan UKM, IKM atau industri kecil menengah adalah industri yang memiliki nilai investasi sebesar Rp 1 miliar dan maksimal 19 orang karyawan.

Sedangkan untuk nilai investasi maksimal Rp 15 miliar dan memiliki karyawan minimal 20 orang.

Berbagai produk yang dihasilkan oleh industri kecil menengah antara lain produk kerajinan tangan, makanan, minuman, kosmetik, furnitur, produk logam, dan juga herbal.

5. Industri Besar

Dan yang terakhir ada industri besar.

Sesuai dengan namanya, industri ini mempekerjakan lebih dari 100 orang karyawan.

Memiliki modal yang besar, memiliki berbagai persyaratan yang cukup ketat untuk para karyawannya, dan untuk pimpinan perusahaannya pun sudah teruji kemampuan dan juga kelayakannya.

Contoh produk yang dihasilkan yaitu bahan tekstil, pesawat terbang, barang elektronik, kendaraan bermotor dan lain sebagainya.

D. Perbedaan IKM dan UKM

Mungkin dari Anda ada yang masih bingung mengenai apa bedanya IKM dan UKM.

Atau bahkan menganggap keduanya sama saja?

Nah, Agar Anda tidak bingung maka bisa menyimak penjelasan di bawah ini.

1. IKM (Industri Kecil Menengah)

Merupakan usaha yang memproduksi berbagai jenis barang yang biasanya digunakan untuk keperluan atau aktivitas sehari-harinya.

Jumlah kekayaannya maksimal Rp 200 juta dengan omset yang didapatkan maksimal Rp 1 miliar.

2. UKM (Usaha Kecil Menengah)

Sedangkan UKM adalah usaha yang menjual kembali berbagai produk atau barang yang sebelumnya dihasilkan oleh IKM.

Memiliki jumlah kekayaan mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 500 juta dengan omset maksimal Rp 2 miliar.

E. Contoh Perusahaan dan Hasil Industri Kecil Sederhana, Sedang / Menengah, dan Besar

industri kue contoh usaha industri kecil
industri kue contoh usaha industri kecil

Sedangkan di berikut ini ada penjelasn mengenai contoh perusahaan dan apa saja hasil industri yang dihasilkan.

1. Industri Kecil

Industri kecil ini menghasilkan produk yang bisa digunakan sehari-harinya atau menunjang kebutuhan rumah tangga.

Contohnya yaitu industri kerajinan kayu, industri rotan, industri susu kedelai, industri tempe, industri tahu, industri mainan, industri rumah tangga, industri kerajinan tanah liat dan industri kue.

2. Industri Sedang / Menengah

Sedangkan untuk industri sedang / menengah ini yang bisa menunjang aktivitas atau kegiatan manusia sehari-harinya.

Contohnya saja industri ojek online (ojol), industri jasa kebersihan, industri service handphone, industri service TV, industri service kipas angin, management property, industri perakitan perangkat lunak, industri perangkat mobile dan lain sebagainya.

3. Industri Besar

Contoh industri besar adalah industri pesawat terbang, industri mobil, industri semen, industri pupuk, industri elektronik, baja, mesin-mesin industri, dll.

F. Manfaat Usaha Industri Kecil Bagi Masyarakat

pendapatan dari usaha industri kecil
pendapatan dari usaha industri kecil

Usaha industri kecil bukan hanya menguntungkan untuk pemiliknya saja, tetapi juga memiliki manfaat lain untuk masyarakat.

Apa saja manfaat industri kecil bagi masyarakat?

Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Memberikan Lapangan Kerja

Industri kecil biasanya mempekerjakan orang-orang yang berada di lingkungannya yang memang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan namun rajin dan terampil.

Pekerjaan untuk masyarakat sekitar pun biasanya yang masih terbilang “ringan” seperti memasak atau packing.

2. Memberikan Tambahan Pendapatan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa usaha industri kecil bukan hanya bisa menambah pendapatan untuk pemiliknya saja.

Tetapi juga menambah pendapatan para pekerja sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari untuk keluarganya.

3. Memproduksi Barang Secara Lebih Efisien

Dibandingkan dengan barang yang dihasilkan oleh industri besar, tentunya barang yang diproduksi oleh industri kecil memang lebih terjangkau.

Selain itu barang yang diproduksi juga merupakan kebutuhan masyarakat sekitar.

4. Terciptanya Peluang Usaha

Peluang usaha pun akan tercipta meskipun dengan pembiayaan yang relatif lebih terjangkau.

5. Kesempatan Kerja yang Lebih Banyak

Dengan menggunakan teknologi padat karya, sehingga menjadikan kesempatan kerja pun menjadi lebih banyak.

Industri kecil bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan untuk siapa saja yang memang memiliki minat di dalam dunia perdagangan, baik itu seseorang yang sudah memiliki skill dalam bidang usaha, seorang mahasiswa dan lainnya.

Untuk memulai usaha industri kecil memang terbilang lebih mudah jika dibandingkan dengan industri menengah atau besar.

Jangan lupa untuk membangun brand usaha yang Anda jalankan agar masyarakat luas bisa lebih mengenalnya.

Demikian informasi mengenai usaha industri kecil, semoga bermanfaat.

Images courtesy of pexels.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *